Skip to main content

BAB 16 Analisis Pesaing




A.      Memahami Perubahan
Prubahan dunia yang begitu cepat memaksa produsen dan para penjual berpikir keras agar  tetap eksis di dunianya. Perubahan ini disebabkan oleh pesatnya  pertumbuhan dan perkembangan teknologi, baik teknologi mesin maupu alat-alat berat, terlebih lagi teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi mesin dari manual sampai mesin yang serba otomatis telah mampu mengubah mutu atau kualitas produk, mulai dari kemasan sampai pada isinya yang semakin menarik dan kompetitif.

B.      Pengertian Pesaing
Pesaing adalah perusahaan yang menghasilkan atau menjual barang atau jasa yang sama atau mirip dengan produk yang kita tawarkan. Pesaing suatu perusahaan dapat dikategorikan pesaing yang kuat dan pesaing yang lemah atau ada pesaing yang dekat yang memiliki produk yang sama atau memiliki produk yang mirip.

C.      Identifikasi Pesaing
Identifikasi pesaing meliputi hal-hal berikut.
1.       Jenis produk yang ditawarkan
2.       Melihat besarnya pasar yang dikuasai
3.       Identifikasi peluang dan  ancaman
4.       Identifikasi keunggulan dan kelemahan.

D.      Menentukan Sasaran Pesaing
Setelah kita mengetahui pesaing dan market share yang telah dikuasai, kita perlu mengetahui sasaran dari pesaing dan siapa yang menjadi target mereka selanjutnya. Sasaran pesaing antara lain memaksimalkan laba, memperbesar market share, meningkatkan mutu produk, atau mungkin juga mematikan atau menghambat pesaing lainnya.

E.       Identifikasi Strategi Pesaing
berbagai strategi dapat dijalankan oleh pesaing. Secara umum strategi-strategi tersebut adalah sebagai berikut :
1.       Strategi menyerang pesaing yang lemah lebih dahulu.
2.       Pesaing langsung menyerang lawan yang kuat.
3.       Strategi gerilya, yaitu strategi yang dilakuka pesaing dengan menembak dan lari.
4.       Bertahan terhadap setiap serangan yang dilakukan lawan atau mengimbangi serangan yang dilakukan lawan.

F.       Analisis Kekuatan dan Kelemahan Pesaing
Identifikasi kelemahan dan kekuatan dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut :
1.       Mencari dan mengumpulkan data tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan sasaran, strategi dan kinerja pesaing.
2.       Mencari tahu kekuatan pesaing dalam hal keuangan, sumber daya manusia, teknologi, serta lobi di pasar.
3.       Mengetahui market share yang dikuasai pesaing dan tindakan pesaing terhadap pelanggan.
4.       Mencari tahu kelemahan pesaing dalam hal keuangan, sumber daya manusia, serta lobi pasar.
G.     Identifikasi Reaksi Pesaing
Sebagain contoh, beberapa reaksi pesaing terhadap terhadap seragan yang kita lakukan adalah sebagai berikut:
1.       Apabila kita meurunkan harga, akan diikuti pesaing dengan menurunkan harga pula, bahkan mungin lebih rendah daripada yang kita lakukan.
2.       Apabila kita memberikan hadiah akan dibalas pula dengan pemberian hadiah yang lebih baik.
3.       Apabila kita memberikan diskon dalam jumlah tertentu kepada pelanggan, pesaing juga memberikan diskon yang lebih menarik dengan nilai yang lebih tinggi pula.
4.       Apabila kita membebaskan biaya-biaya seperti biaya administrasi, sudah pasti akan diikuti pesaing dengan jumlah biaya yang lebih murah.
5.       Apabila kita membuka cabang di suatu lokasi, akan dibalas oleh pesaing dengan membuka cabang di lokasi perusahaan kita.

H.      Strategi Menghadapi Pesaing
Srategi untuk menghadapi pesaing dapat dilkukan untuk posisi-posisi sebagai berikut:
1.       Strategi pemimpin pasar
2.       Stategi penantang pasar
3.       Strategi pengikut pasar
4.       Strategi relung pasar
Strategi penyerangan yang dapat dilakukan terhadap pesaing terdiri dari lima cara berikut :
1.       Serangan Frontal
2.       Serangan Samping
3.       Serangan Pengepungan
4.       Serangan melambung
5.       Serangan gerilya

Comments

Popular posts from this blog

BAB 5 MENILAI KEBUTUHAN USAHA (KEWIRAUSAHAAN)

A.     Pengertian Kebutuhan Usaha Pendirian suatu usaha berkaitan erat dengan penyediaan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan usaha tersebut. Kebutuhan usaha yang diperlukan mulai dari persiapan perusahaan berdiri sampai beroperasi. Dengan kata lain, Kebutuhan usaha adalah hal-hal yang harus dipenuhi perusahaan untuk mendirikan dan menjalankan usaha dari awal hingga perusahaan beroperasi. Hasil penilaian kebutuhan usaha dapat disusun secara rinci sehingga terlihat secara jelas apa saja jenis kebutuhan usaha yang diperlukan. Selain itu, dapat diketahui jumlah biaya setiap komponen dan pada akhirnya dapat dihitung biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan atau menjalankan usaha tersebut. Dalam praktiknya perbankan hanya mau membiayai usaha yang sudah berjalan baik yang merupakan perluasan usaha atau penambahan kapasitas produksi. Artinya dunia perbankan hanya mau membiayai usaha yang sudah berjalan. Oleh karena itu, untuk usaha yang baru kebutuhan dana dapat...

SOAL DAN JAWABAN FINAL KEWIRAUSAHAAN

1.        Ceritakan kebutuhan wirausaha atau pengusaha bagi sebuah Negara untuk maju dan perhatikan keadaan atau kondisi Negara Indonesia. Jawab : Pada saat ini Negara Indonesia masih diakatakan sebagai Negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah yang terdapat di Indonesia. Misalnya pendapatan penduduk yang rendah, banyaknya pengangguran, dan kondisi ekonomi dan social yang tertinggal dibandingkan dengan Negara maju. Banyak hal yang harus dienahi pemerintah Indonesia untuk dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Padatnya penduduk di kota besar seperti Jakarta misalnya, menyebabkan sempitnya lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, penduduk yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan tidak memiliki kemampuan berwirausaha akan memiliki pendapatan yang rendah dan tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Jika hal ini belum dapat terselesaikan maka perkembangan perekonomian di Indonesia tidak akan mengalami peningkatan ...

BAB 19 Pelanggan atau Nasabah Kabur

A.       Pengertian Nasabah Kabur Pelanggan atau nasabah merupakan asset atau kekayaan utama perusahaan karena tanpa pelanggan perusahaan tidak berarti apa-apa. Pengertian pelanggan atau nasabah kabur adalah pelanggan atau nasabah pergi meninggalkan perusahaan atau tidak lagi membeli, mengomsumsi, atau memiliki produk yang ditawarkan perusahaan. B.       Sebab-sebab Nasabah Kabur 1.        Pelayanan yang tidak memuaskan Pelayanan yang tidak memuaskan artinya apa yang diharapkan pelanggan tida sesuai dengan yang diterimanya atau dengan kata lain harapan tidak sama dengan kenyataan. 2.        Produk yang tidak baik dan tidak lengkap Kelengkapan produk yang ditawarkan kurang juga berpotensi membuat nasabah tidak menjadi pelanggan kita lagi. Artinya sekali berhenti dalam suatu perusahaan nasabah ingin kebutuhannya segera terpenuhi dengan tersedia produk atau jasa yang l...