Skip to main content

BAB 3 CARA MENDIRIKAN USAHA (KEWIRAUSAHAAN)

   A.      Bagaimana Memulai Usaha
Dari hasil penelitian di lapangan terdapat beragam cara dan sebab untuk memulai usaha. Ada lima sebab atau cara seseorang untuk mulai merintis usahanya, yaitu:
1.       Faktor keluarga pengusaha
2.       Sengaja terjun menjadi pengusaha
3.       Kerja sampingan (iseng)
4.       Coba-coba
5.       Terpakpaksa

Banyak cara yang dapat dilakukan oleh seseorang untuk memulai usaha, baik secara berkelompok maupun perorangan. Cara memulai usaha yang lazim dilakukan adala sebagai berikut.
  1.  Mendirikan usaha baru
  2.  Membeli perusahaan
  3.  Kerja sama manajemen dengan system wiralaba (franchising).
  4.   Mengembangkan usaha yang sudah ada.

   B.      Bidang Usaha
Untuk menentukan bidang usahayang akan digeluti tergantung dari empat faktor sebagai berikut.
  1. Minat atau bakat
  2. Modal
  3. Waktu
  4. Laba
  5. Pengalaman

Bidang usaha yang dapat digeluti untuk emula sesuai dengan minat dan bakat, terutama untuk usaha kecil dan menengah antara lain sebagai berikut.
  1. Sektor kecantikan
  2. Sektor keterampilan
  3. Sektor konsultan
  4. Sektor industry
  5.  Sektor tambang
  6. Sektor kelautan
  7. Sektor perikanan
  8. Sektor agribisnis
  9. Sektor perdagangan
  10. Sektor pendidikan
  11. Sektor percetakan
  12. Sektor seni
  13. Sektor kesehatan
  14. Sektor pariwisata
  15. Sektor usaha lainnya 
    C.      Pengertian dan Jenis-Jenis Badan Usaha.
Di Indonesia terdapat beberapa jenis badan hukum yang dapat dipilih. Masig-masing badan hukum memiliki kelebihan dan kekurngn. Adapun badan hukum yang ada adalah sebagai berikut.
  1.  Perusahaan perseorangan.
  2. Firma (fa)
  3.  Perseroan komanditer (CV)
  4. Koperasi
  5. Yayasan
  6. Peseroan terbatas (PT)

     D.      Jenis-jenis Izin Usaha
Dalam praktiknya dokumen-dokumen  yang diperlukan oleh suatu usaha adalah:
  1. Tanda Daftar Perusahaan (TDP)
  2.  Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
  3. Bukti diri.

Disampng dokumen izin-izin perusahaan lainnya harus segera diurus sesuai dengan bidang usahanya.
Izin-izin dimaksud antara lainnya :
  1. Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)  diperoleh melalui Departemen Perdagangan
  2.  Surat Izin Usaha Industri (SIUI), Diperoleh melalui Departemen Perindustrian.
  3.  Izin domisili, dimana perusahaan atau lokasi proyek berada, diperoleh melalui  kelurahan setempat dimana perusahaan berdomisili.
  4.  Izin gangguan diperoleh melalui kelurahan setempat dimana perusahaan berdomisili.
  5.  Izin Mendirikan Bangunan (IMB) diperoleh melalui pemerintah daerah setempat.
  6.  Izin dari departemen teknik sesuai dengan bidang usaha  .

   E.       Proses Pendirian Badan Usaha
Berikut ini cotoh untuk mendirikan adan usaha berbentuk persekutuan komanditer (CV), Perseroan Terbatas (PT), dan yayasan.
  1. Mengadakan rapat umum pemegang saham
  2.  Dibuatkan akte notaries
  3. Didaftarkan di pengadilan negeri
  4. Diberitakan dalam lembaran Negara.

    F.       Faktor-faktor Penyebab Kegagalan Usaha.
  1. Data dan informasi tidak lengkap
  2. Salah perhitungan
  3. Pelaksanaan pekerjaan salah
  4. Kondisi lingkungan
  5. Unsur sengaja.

Comments

Popular posts from this blog

PERINGKAT PERGURUAN TINGGI NEGERI DI INDONESIA 2017

Tidak terasa sekarang kita sudah berada di bulan April 2017. Tidak lama lagi semua perguruan tinggi baik negeri maupun swasta akan membuka pendaftaran mahasiswa baru. Nah untuk kalian kelas XII yang masih bingung mau masuk ke perguruan tinggi mana, biar nggak terlalu bingung makanya disini admin akan berbagi informasi mengenai peringkat Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia : 1. Institut Teknologi Bandung Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berkedudukan di Kota Bandung. Nama ITB diresmikan pada tanggal 2 Maret 1959. Sejak tanggal 14 Oktober 2013 ITB menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang memiliki otonomi pengelolaan dalam akademik dan non-akademik. 2. Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada merupakan salah satu Universitas yang terbilang populer di Indonesia. Universitas Gadjah Mada resmi didirikan pada tanggal 19 Desember 1949 sebagai Universitas yang bersifat nasional. Universitas Gadjah Mada termasuk sebagai uni...

BAB 5 MENILAI KEBUTUHAN USAHA (KEWIRAUSAHAAN)

A.     Pengertian Kebutuhan Usaha Pendirian suatu usaha berkaitan erat dengan penyediaan segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan usaha tersebut. Kebutuhan usaha yang diperlukan mulai dari persiapan perusahaan berdiri sampai beroperasi. Dengan kata lain, Kebutuhan usaha adalah hal-hal yang harus dipenuhi perusahaan untuk mendirikan dan menjalankan usaha dari awal hingga perusahaan beroperasi. Hasil penilaian kebutuhan usaha dapat disusun secara rinci sehingga terlihat secara jelas apa saja jenis kebutuhan usaha yang diperlukan. Selain itu, dapat diketahui jumlah biaya setiap komponen dan pada akhirnya dapat dihitung biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan atau menjalankan usaha tersebut. Dalam praktiknya perbankan hanya mau membiayai usaha yang sudah berjalan baik yang merupakan perluasan usaha atau penambahan kapasitas produksi. Artinya dunia perbankan hanya mau membiayai usaha yang sudah berjalan. Oleh karena itu, untuk usaha yang baru kebutuhan dana dapat...

SOAL DAN JAWABAN FINAL KEWIRAUSAHAAN

1.        Ceritakan kebutuhan wirausaha atau pengusaha bagi sebuah Negara untuk maju dan perhatikan keadaan atau kondisi Negara Indonesia. Jawab : Pada saat ini Negara Indonesia masih diakatakan sebagai Negara berkembang. Hal ini disebabkan oleh berbagai masalah yang terdapat di Indonesia. Misalnya pendapatan penduduk yang rendah, banyaknya pengangguran, dan kondisi ekonomi dan social yang tertinggal dibandingkan dengan Negara maju. Banyak hal yang harus dienahi pemerintah Indonesia untuk dapat meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyatnya. Padatnya penduduk di kota besar seperti Jakarta misalnya, menyebabkan sempitnya lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, penduduk yang tidak memiliki pekerjaan yang tetap dan tidak memiliki kemampuan berwirausaha akan memiliki pendapatan yang rendah dan tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarganya. Jika hal ini belum dapat terselesaikan maka perkembangan perekonomian di Indonesia tidak akan mengalami peningkatan ...